Langsung ke konten utama

5 Cara Mudah untuk Mulai Kembali Menulis

Pernah merasa semangat nulis menguap begitu aja? Atau blog kamu udah berdebu karena terakhir update-nya… entah kapan? Nggak apa-apa, kamu nggak sendirian. Banyak banget orang yang sempat aktif nulis—entah di blog, jurnal, atau catatan pribadi—tapi tiba-tiba berhenti karena kesibukan, kehilangan ide, atau cuma karena ngerasa "nggak pede" lagi buat mulai.

Tapi tenang, artikel ini akan kasih cara mudah untuk mulai kembali menulis, biar kamu bisa bangkit lagi dari hiatus panjang itu dan ngerasain lagi serunya berbagi lewat tulisan.


Kenapa Sih Kita Bisa Berhenti Menulis?

Sebelum masuk ke tipsnya, yuk refleksi sedikit. Apa sih yang bikin kita berhenti nulis?

  • Overthinking: Terlalu mikirin hasil akhir, takut tulisan jelek, takut nggak ada yang baca.

  • Perfeksionis: Ngerasa semua kalimat harus sempurna dulu baru bisa dipublish.

  • Kehabisan ide: “Mau nulis apa ya?” jadi pertanyaan abadi.

  • Nggak sempat: Sibuk kuliah, kerja, atau cuma ke-distract sama scrolling TikTok.

  • Nggak ada motivasi: Karena nggak dapet feedback, atau ngerasa nulis cuma buang waktu.

Nah, semua alasan itu valid. Tapi bukan berarti kamu harus berhenti selamanya. Justru, saatnya kamu cari cara mudah untuk mulai kembali menulis, pelan-pelan tapi pasti.

Cara Mudah untuk Mulai Kembali Menulis

Buat kamu yang ingin kembali menulis tapi masih bingung harus mulai dari mana, berikut ini beberapa cara yang terbukti ampuh dan mudah dilakukan siapa saja:

1. Tulis Hal-Hal Ringan

Jangan langsung mencoba menulis esai atau artikel opini yang berat. Mulailah dengan hal-hal kecil dan personal, seperti:

  • Cerita keseharian kamu

  • Review film atau lagu

  • Catatan perjalanan

  • Opini tentang isu pop culture

Semakin ringan dan dekat dengan kehidupanmu, semakin mudah juga untuk memulainya.

2. Luangkan Waktu Khusus

Menulis itu butuh waktu. Kamu bisa menyisihkan 15–30 menit setiap hari atau beberapa kali dalam seminggu. Pilih waktu yang kamu anggap paling produktif—pagi hari sebelum aktivitas, atau malam sebelum tidur.

Konsistensi ini penting banget untuk membangun kembali kebiasaan menulis.

3. Ciptakan Ruang Menulis yang Nyaman

Buat suasana yang mendukung untuk menulis. Bisa di kamar, perpustakaan, coffee shop, atau bahkan taman. Lengkapi dengan musik yang kamu suka, camilan, dan alat tulis favoritmu.

Kalau kamu merasa nyaman, proses menulis akan terasa lebih menyenangkan.

4. Jangan Terlalu Keras pada Diri Sendiri

Ingat, kamu sedang mencoba memulai kembali, bukan mengejar kesempurnaan. Wajar kalau tulisanmu belum sebagus dulu. Fokus saja pada proses, bukan hasil.

“Kalau terlalu perfeksionis, tulisan nggak akan selesai. Yang penting nulis dulu, edit bisa nanti,” 

5. Coba Ikut Komunitas Menulis

Gabung ke komunitas bisa jadi cara ampuh untuk dapat inspirasi dan semangat. Kamu bisa ikut tantangan menulis harian, saling tukar feedback, atau sekadar sharing ide.

Beberapa komunitas populer yang bisa kamu cek: LitBuddies, Akademi Menulis, Indonesia Writers Club, dan Penulis Receh.

Platform Menulis Masih Relevan?

Meski tren bergeser ke arah konten visual, platform menulis sebenarnya masih punya tempat di hati para kreator. Medium, Wattpad, Substack, hingga blog pribadi masih aktif digunakan oleh mereka yang ingin menulis dengan gaya bebas dan personal.

Bahkan kini, platform seperti LinkedIn juga mulai menjadi tempat untuk menulis opini, pengalaman kerja, hingga cerita inspiratif.

“Kalau kamu suka nulis dan pengin dikenal, manfaatkan juga platform kayak Instagram dan X buat promosiin tulisanmu,” ujar Ayu Saraswati, penulis muda yang kini aktif menulis microblog edukatif di Instagram.

Menulis Bisa Buka Peluang Karier


Selain jadi tempat untuk mengekspresikan diri, menulis juga bisa membuka jalan ke berbagai bidang profesional, seperti:

  • Content writer

  • Copywriter

  • Jurnalis

  • Editor

  • Scriptwriter

  • Ghostwriter

  • Blogger profesional

Banyak anak muda yang awalnya hanya iseng nulis di blog, sekarang justru dapat penghasilan tetap dari aktivitas tersebut. Apalagi di era digital saat ini, kemampuan menulis jadi salah satu skill yang dicari banyak perusahaan.

Jadi, Kapan Mau Mulai Lagi?

Kembali menulis setelah lama berhenti memang nggak selalu mudah. Tapi bukan berarti nggak mungkin. Dengan cara-cara sederhana seperti menulis topik ringan, menciptakan suasana nyaman, dan mengurangi tekanan pada diri sendiri, kamu bisa mulai dari nol lagi—tanpa rasa takut.

Dan yang paling penting: jangan tunggu “mood” datang. Mood bisa dicari, tapi kebiasaan dibentuk lewat aksi nyata.

“Menulis itu kayak olahraga. Makin sering dilatih, makin kuat skill-nya. Jadi jangan kebanyakan mikir—langsung aja tulis,”

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca halaman ini. Jika kamu merasa informasi di blog ini bermanfaat, jangan ragu untuk menjelajahi artikel lainnya—siapa tahu, ada topik lain yang juga relevan dan menarik untukmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Writers Block: Lima Sekawan

Note: ini sebenarnya postingan lama. Tapi setelah dibaca ulang kok bikin nyengir sendiri. Jadi mau post ulang biar ada yang baca ulang. Pun tidak ada yang membaca ulang, ya tidak masalah, wong tetap dipost ulang. Jadi ... Setiap tulisan yang bercetak miring, itu adalah tambahan dariku yang sekarang.  ***  Berawal dari obrolan di chat, aku dan Haris ngobrol tentang fitur unik di blognya. Haris ini lagi semangat-semangatnya ngajak orang-orang (blogger juga) untuk ikut dalam ngobrol santai di blognya. Fitur tersebut dinamai "Ngobrol Ngobrol Ngondek" dan dulu jadi salah satu hal yang menarik di blognya. Entah sekarang masih eksis atau tidak. Dari sini, kami memiliki keresahan yang sama, yaitu Writer's Block, yang artinya kami sama-sama mengalami kesulitan menulis. Saat itu, kami berdua lagi punya pacar.  Vindy pacarnya Haris, sementara Vivie pacarku, bohongan ding, ini karena Vivie dengan bangga menyebut hubungan kami sebagai "setingan", karena kata setingan waktu ...

Ketika Haris Menulis Tentangku

Hari ini aku ingin berbagi cerita tentang temanku, namanya Haris. Aku belum bertemu dengannya, tapi bolehkah kalau kupanggil dia teman? Dia adalah seorang penulis buku, yang cukup terkenal di era belasan. Pengalaman menarikku bersama teman baikku, Haris ini, terekam dalam grup WhatsApp  yang namanya Writer's Block bersama Rido, Vindy, dan Vivie. Grup ini dibentuk lantaran kami sama-sama merintis sebagai penulis novel, namun pada waktu itu mandeg, alias yang sering disebut Writer's Block. Atas kesamaan itulah maka kami putuskan untuk membentuk grup WA. Anehnya, kami sama-sama lahir di tahun 1992, dengan bulan yang berbeda namun runut. Aku, Februari 92 Rido ( ridoarbain.com ), Maret 92. Vindy ( vindyputri.com ), April 92. Haris ( harisfirmansyah.com ), Mei 92. Vivie ( viviehardika.com ), Juni 92. Dulu, kami sering berbagi ide dan cerita dalam grup ini. Setiap anggota memiliki kesibukan unik masing-masing. Haris juga pernah cerita di blognya, bahwa Rido sibuk dengan pencariannya a...

3 Permainan Seru di Awal Pertemuan Guru dan Murid

Hari pertama sekolah. Murid-murid masih malu-malu. Ada yang duduk sambil pegang tas erat-erat, ada yang celingukan cari teman sebangku, dan ada juga yang sudah ribut sendiri padahal guru belum ngomong apa-apa. Sebagai guru, kamu pasti pengen hari pertama jadi pengalaman yang menyenangkan, bukan membosankan . Tapi kamu juga nggak mau langsung “gas” pelajaran dari halaman pertama buku. Solusinya? Permainan kelompok! Nah, dalam artikel ini saya akan bahas 3 permainan seru yang cocok dimainkan oleh 2 kelompok , pas banget buat hari pertama atau minggu pertama di kelas. Permainan ini bukan cuma buat seru-seruan, tapi juga: Membantu siswa saling mengenal, Membangun kekompakan tim, Menumbuhkan rasa percaya diri, Dan tentu saja, bikin suasana jadi cair dan menyenangkan! Yuk kita bahas satu per satu, lengkap dengan cara main dan nilai pendidikannya! 1. Tebak Kata Ekspresif Permainan ini adalah versi sederhana dari “Charades”, tapi dengan sentuhan edukatif. Anak-anak harus m...