Langsung ke konten utama

Writers Block: Lima Sekawan

Note: ini sebenarnya postingan lama. Tapi setelah dibaca ulang kok bikin nyengir sendiri. Jadi mau post ulang biar ada yang baca ulang. Pun tidak ada yang membaca ulang, ya tidak masalah, wong tetap dipost ulang. Jadi ... Setiap tulisan yang bercetak miring, itu adalah tambahan dariku yang sekarang. 

*** 
Berawal dari obrolan di chat, aku dan Haris ngobrol tentang fitur unik di blognya. Haris ini lagi semangat-semangatnya ngajak orang-orang (blogger juga) untuk ikut dalam ngobrol santai di blognya.

Fitur tersebut dinamai "Ngobrol Ngobrol Ngondek" dan dulu jadi salah satu hal yang menarik di blognya. Entah sekarang masih eksis atau tidak.
Writer’s Block

Dari sini, kami memiliki keresahan yang sama, yaitu Writer's Block, yang artinya kami sama-sama mengalami kesulitan menulis. Saat itu, kami berdua lagi punya pacar. 

Vindy pacarnya Haris, sementara Vivie pacarku, bohongan ding, ini karena Vivie dengan bangga menyebut hubungan kami sebagai "setingan", karena kata setingan waktu itu memang sering dipake para artis jadi keren aja kalau ikutan dipake dalam obrolan sehari-hari di FB. 

Dari situ, terbentuklah sebuah grup WhatsApp bernama Writers Block.

Tidak lama setelah itu, aku kenalan dengan Rido Arbain. Aku ceritakan tentang grup  ini, tanpa diduga, Rido tertarik untuk gabung. Aku lupa dulu cerita apa, kayaknya yang bikin Rido tertarik gabung itu karena ada Haris sih. Ya kali, masa cuma kubilang aku dan Haris punya pacar doang terus ikutan. 

Awalnya aku tidak menyangka bahwa grup ini akan menjadi grup paling keren di dunia.

Izinkan aku memaparkan faktanya.

Kami berlima resmi membentuk grup ini di tanggal 15-05-2015. Kami dikelilingi oleh angka lima. Lihat, betapa kerennya bukan?

Lebay banget ya ini. 

Selain itu, siapa yang menyangka bahwa kami semua lahir di tahun yang sama? Dan yang lebih mengejutkan, kami lahir secara berurutan.

Dimulai dari aku.

Hadi Kurniawan

Cowok yang berdomisili di Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Belum lama ini, aku menerbitkan novel berjudul "Long Distance Relationsick." Aku lahir di bulan Februari. Karena paling tua di sini, anggap saja aku Ketua dari grup ini. 

Hadi Kurniawan

Rido Arbain

Mas-mas PNS ini berdomisili di Palembang. Sebentar lagi dia akan menerbitkan buku duetnya. Kalau ada yang mau pre-order, sudah bisa, tuh. Silakan hubungi Rido via Twitter @RidoArbain. Rido ini lahir di bulan Maret.

Rido Arbain

Vindy Putri

Cewek manis ini tinggal di Jember. Vindy sudah menerbitkan 4 novel, keren banget! Cewek yang jago menggambar ini, dan sudah menggambar kami ala Chibi, lahir di bulan April. Nah, semua gambar yang ada di postingan ini tuh hasil buatannya dia. 
Vindy Putri

Haris Firmansyah

Sudah tidak asing kan dengan pria ini? Penulis "3 Koplak Mengejar Cinta" ini bisa ditemui di Cilegon. Ulang tahunnya di bulan Mei. Sudah, itu saja. Haha

Haris Firmansyah

Vivie Hardika

Kenalin nih, pemilik akun Facebook Vivie Hardika Cungkring yang selalu bikin penasaran. Apa yang sebenarnya cungkring dari dia? Dia baru saja merayakan ulang tahunnya tanggal 5 Juni kemarin. Novel terbarunya berjudul "Keluarga Salah Gaul." Vivie ini juga yang kemarin bikinin aku video promosi. Dulu pernah collab juga buat GiveAway bareng yang hadiahnya buku kita berdua,  yang kukasih cap bibir gegara ada yang minta cap bibir, aku polos jadi kukasih cap bibir betulan pake lisptiknya emak. Kalau dipikir aneh juga sih dulu itu, bukuku kukirim dulu ke Vivie di Ujung Batu, Sumut, terus baru dikirim oleh Vivie ke pembeli. Dobel ongkir

Vivie Hardika

**** 
WAG ini sebenarnya masih ada kok. Terus buat yang nanya ini tahunnya sama apa tidak, jawabannya iya. Kami berlima lahir di tahun 1992, jadi tahun ini kami genap berusia 3_ tahun. Lusa rencananya kami bikin Grup Band, bercanda. 


Komentar

  1. Ini jodoh namanya. >_<
    Iya.., ini semuanya suka nyetrum-nyetrum. Maksudnya nyetrumin semangat satu sama lain. Jadi writer's block ini keren!

    BalasHapus
  2. Makasih, sudah bantu promosi terselubung! *cipok basah*

    BalasHapus
  3. Makasih, sudah bantu promosi terselubung! *cipok basah*

    BalasHapus
  4. Makasih, sudah bantu promosi terselubung! *cipok basah*

    BalasHapus
  5. Kalau Vivie gak disebutin tinggal dimana?

    BalasHapus
  6. aseeekkk... aku ntar mau bikin tema power ranger XDD

    BalasHapus
  7. Wih keren tuh bulannya berurutan :)

    BalasHapus
  8. Eh jangan main-main sama cinta lho. Tar lo beneran jatuh cinta sama si Cungkring, jadian pula. Hahaha...

    Btw jangan suka ngobrol-ngobrol ngondek, tar beneran ngondek, susah nyembuhinnya, kudu diruwat dulu, becanda deng! :3

    BalasHapus
  9. berlima aja nih engga mau nambah anggota?

    BalasHapus
  10. Udah kayak power ranger....berlima

    BalasHapus
  11. kereeen bisa berurutan gitu bulan lahirnya .. hahaha .. apa taunnya sama ga ?

    BalasHapus
  12. Lahir di tahun yang sama, dan bulannya berurutan. Aseli, jodoh pasti.

    BalasHapus
  13. Tinggal jadiin aja nih Group Band :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di wawantjara@gmail.com

Salam!

Postingan populer dari blog ini

3 Permainan Seru di Awal Pertemuan Guru dan Murid

Hari pertama sekolah. Murid-murid masih malu-malu. Ada yang duduk sambil pegang tas erat-erat, ada yang celingukan cari teman sebangku, dan ada juga yang sudah ribut sendiri padahal guru belum ngomong apa-apa. Sebagai guru, kamu pasti pengen hari pertama jadi pengalaman yang menyenangkan, bukan membosankan . Tapi kamu juga nggak mau langsung “gas” pelajaran dari halaman pertama buku. Solusinya? Permainan kelompok! Nah, dalam artikel ini saya akan bahas 3 permainan seru yang cocok dimainkan oleh 2 kelompok , pas banget buat hari pertama atau minggu pertama di kelas. Permainan ini bukan cuma buat seru-seruan, tapi juga: Membantu siswa saling mengenal, Membangun kekompakan tim, Menumbuhkan rasa percaya diri, Dan tentu saja, bikin suasana jadi cair dan menyenangkan! Yuk kita bahas satu per satu, lengkap dengan cara main dan nilai pendidikannya! 1. Tebak Kata Ekspresif Permainan ini adalah versi sederhana dari “Charades”, tapi dengan sentuhan edukatif. Anak-anak harus m...

Memahami Kerangka Pembelajaran Deep Learning

Di tengah dunia yang semakin cepat berubah, pendidikan tidak bisa lagi bertumpu pada metode lama yang hanya menekankan hafalan dan ujian semata. Saat ini, yang dibutuhkan adalah pendekatan pembelajaran yang mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya pintar, tapi juga berpikir kritis, kreatif, dan berkarakter. Di sinilah konsep kerangka pembelajaran deep learning hadir sebagai solusi. Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mendalam tentang kerangka pembelajaran deep learning, dari filosofi dasarnya hingga penerapannya dalam lingkungan sekolah. Jika kamu adalah pelajar, mahasiswa, calon guru, atau siapa saja yang peduli dengan masa depan pendidikan, artikel ini sangat cocok untukmu. Apa Itu Kerangka Pembelajaran Deep Learning? Secara sederhana, kerangka pembelajaran deep learning adalah pendekatan pendidikan yang menekankan pada pemahaman mendalam, pengalaman belajar yang bermakna, dan suasana belajar yang menyenangkan. Tujuan utamanya bukan hanya membuat siswa tahu, tapi ...

Kelas Konvensional vs Deep Learning

Akhir-akhir ini, mungkin Bapak dan Ibu Guru sering mendengar istilah “deep learning” berseliweran di media sosial, webinar pendidikan, bahkan mungkin dalam pelatihan Kurikulum Merdeka. Istilah ini terdengar keren dan canggih, tapi apa sebenarnya maksudnya? Apakah deep learning itu sekadar metode baru? Apakah kita harus meninggalkan cara mengajar yang lama? Tulisan ini tidak akan membahas teori yang rumit. Sebaliknya, kita akan menjelajah secara sederhana tentang apa itu deep learning, mengapa ia berbeda dari pembelajaran konvensional, dan bagaimana penerapannya bisa kita mulai dari ruang kelas kita yang sederhana di sekolah dasar. 1. Menyikapi Perbedaan Kemampuan Siswa Dalam kelas konvensional, kita terbiasa melihat perbedaan kemampuan siswa sebagai tantangan. Kalau ada siswa yang “lebih lambat” memahami pelajaran, kita cenderung merasa itu sebagai masalah. Sebaliknya, siswa yang cepat paham sering kali dianggap lebih unggul, dan tanpa sadar, kita memberi mereka lebih banyak perhati...